Proyek Solar Washington Abaikan Situs Budaya, Picu Protes Masyarakat Adat
Pemerintah negara bagian Washington menghadapi sorotan tajam setelah peninjauan proyek energi terbarukan dinilai menyerahkan perlindungan situs budaya suku Pribumi sepenuhnya kepada pengembang swasta. Kebijakan "green rush" ini memicu kekhawatiran hilangnya jejak sejarah dan ruang hidup masyarakat adat di kawasan tersebut.
Persoalan bermula ketika arkeolog Departemen Sumber Daya Alam Washington, Sara Palmer, menemukan puluhan situs arkeologi penting yang terlewat dalam laporan perusahaan konsultan Avangrid. Kawasan di punggungan Badger Mountain tersebut merupakan jalur strategis serta wilayah tradisional bagi suku Colville dan Yakama.
"Sistem yang kita jalankan saat ini sudah rusak dan hanya menjadi bentuk perampasan tanah baru," ujar arkeolog Suku Yakama, Noah Oliver, dalam sebuah pertemuan resmi dengan instansi pemerintah.
Para pengamat hukum dan perwakilan suku Pribumi menilai bahwa survei yang dibiayai oleh perusahaan pengembang kerap mengabaikan kepentingan masyarakat adat serta potensi kerusakan situs sakral. Padahal, wilayah tersebut menjadi lokasi penting untuk menjaga kesehatan pangan tradisional serta kelestarian tradisi leluhur.
Berdasarkan data resmi departemen terkait, area publik di Badger Mountain sebelumnya direncanakan untuk disewakan demi mendukung percepatan program transisi energi bersih di wilayah barat laut Amerika Serikat.
Artikel Lainnya
Hakim Agung Mahkamah Agung Amerika Serikat, Clarence Thomas, disorot publik setelah terungkap kerap menerima fasilitas l...
Pusat rehabilitasi narkoba terbesar di Kentucky, Addiction Recovery Care (ARC), tengah menghadapi investigasi dari Biro ...
Microsoft tengah berkejaran dengan waktu untuk memperbaiki ratusan kerentanan kode perangkat lunak yang diungkap oleh mo...
PT Pertamina melakukan penyesuaian harga untuk sejumlah produk bahan bakar minyak non-subsidi efektif per 1 Agustus 2026...
Pemerintah berkomitmen memperkuat posisi koperasi syariah sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan demi mendorong UMKM per...