Selasa, 4 Agustus 2026

Proyek Solar Washington Abaikan Situs Budaya, Picu Protes Masyarakat Adat

Kebijakan energi hijau di Washington menuai kritik tajam setelah proyek pembangkit listrik tenaga surya milik Avangrid dinilai mengabaikan sumber daya budaya milik suku-suku Pribumi. Arkeolog negara bagian menemukan puluhan situs bersejarah yang tidak tercatat dalam survei awal pengembang swasta.

Pemerintah negara bagian Washington menghadapi sorotan tajam setelah peninjauan proyek energi terbarukan dinilai menyerahkan perlindungan situs budaya suku Pribumi sepenuhnya kepada pengembang swasta. Kebijakan "green rush" ini memicu kekhawatiran hilangnya jejak sejarah dan ruang hidup masyarakat adat di kawasan tersebut.

Persoalan bermula ketika arkeolog Departemen Sumber Daya Alam Washington, Sara Palmer, menemukan puluhan situs arkeologi penting yang terlewat dalam laporan perusahaan konsultan Avangrid. Kawasan di punggungan Badger Mountain tersebut merupakan jalur strategis serta wilayah tradisional bagi suku Colville dan Yakama.

"Sistem yang kita jalankan saat ini sudah rusak dan hanya menjadi bentuk perampasan tanah baru," ujar arkeolog Suku Yakama, Noah Oliver, dalam sebuah pertemuan resmi dengan instansi pemerintah.

Para pengamat hukum dan perwakilan suku Pribumi menilai bahwa survei yang dibiayai oleh perusahaan pengembang kerap mengabaikan kepentingan masyarakat adat serta potensi kerusakan situs sakral. Padahal, wilayah tersebut menjadi lokasi penting untuk menjaga kesehatan pangan tradisional serta kelestarian tradisi leluhur.

Berdasarkan data resmi departemen terkait, area publik di Badger Mountain sebelumnya direncanakan untuk disewakan demi mendukung percepatan program transisi energi bersih di wilayah barat laut Amerika Serikat.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro Malang yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari Malang Raya.
Redaksi Rafael Ribeiro Malang adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya seputar politik, ekonomi, sosial budaya, pariwisata, dan pendidikan di Kota Malang dan sekitarnya. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.