Cerita Korban Selamat KMP Mutiara Sentosa II, Sempat Pasrah dan Kram Perut Saat Terombang-ambing
Kisah perjuangan hidup dibagikan oleh Denik Rohana (31), salah satu korban selamat dari insiden kebakaran kapal KMP Mutiara Sentosa II. Ia mengaku sempat pasrah dan kehilangan tenaga setelah terombang-ambing di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.
Peristiwa nahas tersebut memaksa para penumpang untuk melompat ke laut menggunakan tali. Akibatnya, telapak tangan korban mengalami luka-luka lecet karena gesekan saat menuruni kapal yang terbakar.
"Saya kepisah dengan suami sampai menuju kapal penyelamat. Di situ juga sudah ada korban dua, di situ saya juga sudah pasrah," ujar warga Pasuruan tersebut saat ditemui di Terminal Gapura Surya Nusantara, Tanjung Perak, Surabaya.
Selama kurang lebih satu jam terapung di laut, korban terus-menerus menelan air laut akibat hantaman ombak yang tinggi di tengah kepanikan. Kondisi fisik yang melemah memicu timbulnya rasa kram pada bagian perut serta sesak napas.
Proses evakuasi korban ke atas kapal penyelamat berlangsung dramatis karena tenaga korban yang sudah habis. Enam orang anak buah kapal (ABK) turun tangan langsung menarik korban yang kesulitan naik akibat tinggi lambung kapal tanker penolong.
Artikel Lainnya
Kasus mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) yang dikabarkan mengalami pembatalan sidang skripsi hingga 12 kali ter...
Jajaran Kodim 1619/Tabanan menggelar upacara bendera mingguan di halaman markas untuk memperkokoh kedisiplinan dan loyal...
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja memperkenalkan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) kepada pelaj...
Arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, mengalami peningkatan signifikan pada Rabu, 25 Maret 202...
Jenazah Sari Sukoco (39), sopir truk ekspedisi yang menjadi korban meninggal dunia dalam insiden terbakarnya KMP Mutiara...