Selasa, 4 Agustus 2026

Klarifikasi Dosen Penguji Sidang Skripsi Mahasiswi Undana, Minta Undana Segera Ambil Sikap Tegas

Kasus mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) yang dikabarkan mengalami pembatalan sidang skripsi hingga 12 kali terus bergulir. Pihak kuasa hukum dosen penguji akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi sekaligus mendesak pihak universitas agar mempercepat proses penyelesaian polemik ini.

Kasus dugaan tekanan psikologis yang menimpa mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana), Jessica Sofia Tunardjo, setelah batal menjalani sidang skripsi sebanyak 12 kali memicu perhatian luas. Akibat tekanan tersebut, Jessica dikabarkan harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Wirasakti Kupang.

Menanggapi kehebohan di ruang publik, pihak dosen penguji melalui kuasa hukumnya buka suara untuk membeberkan kronologi versi mereka. Penjelasan ini mencakup alasan di balik permintaan pergantian posisi sebagai penguji dalam proses akademik mahasiswi tersebut.

"Catatan saya hari ini, saya minta pihak Undana, khususnya FKM, tolong percepat proses ini supaya klien saya jangan dihantam di publik dengan data yang tidak valid sama sekali," ujar kuasa hukum dosen penguji, Rudy Tonubesi, Senin (3/8/2026).

Menurut Rudy, komunikasi antara kliennya dan pihak terkait hanya terjadi satu kali dalam durasi yang sangat singkat. Pihaknya menilai narasi yang beredar di media sosial perlu segera diluruskan agar tidak merugikan reputasi profesional kliennya.

Hingga saat ini, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana masih berkoordinasi internal untuk menangani masalah administrasi akademik dan kondisi kesehatan mahasiswi bersangkutan yang masih dirawat di rumah sakit.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro Malang yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari Malang Raya.
Redaksi Rafael Ribeiro Malang adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya seputar politik, ekonomi, sosial budaya, pariwisata, dan pendidikan di Kota Malang dan sekitarnya. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.