Selasa, 4 Agustus 2026

Video Asusila Sejoli Pelajar Gemparkan Banyuwangi, Orang Tua Pilih Pasrah

Rekaman video asusila yang memperlihatkan sejoli remaja berbuat tak senonoh beredar luas di berbagai platform perpesanan hingga media sosial dalam beberapa hari terakhir. Pemeran dalam video tersebut diduga merupakan siswa dan siswi dari dua sekolah menengah berbeda di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Warga digemparkan dengan peredaran rekaman video asusila yang menampilkan sejoli remaja melakukan tindakan layaknya pasangan suami istri di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Berbagai potongan video dan meme dari kejadian tersebut mendadak menyebar secara masif melalui aplikasi perpesanan instan.

Berdasarkan informasi yang beredar, kedua pemeran dalam video itu diidentifikasi sebagai pelajar tingkat sekolah menengah atas dari institusi yang berbeda. Pemeran perempuan disebut tercatat sebagai siswi MAN 3 Banyuwangi, sedangkan pemeran pria diduga merupakan siswa SMK Muhammadiyah 2 Genteng.

Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Chaironi Hidayat, membenarkan bahwa siswi perempuan yang ada di dalam rekaman tersebut berasal dari MAN 3 Banyuwangi yang berlokasi di Kecamatan Srono. Pihaknya langsung memanggil pihak sekolah untuk meminta penjelasan mendalam.

"Kami mendukung upaya-upaya hukum yang dilakukan," ujar Chaironi saat memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus yang mencoreng dunia pendidikan daerah tersebut pada Sabtu (1/8/2026).

Hingga kini, pihak sekolah bersama instansi terkait terus melakukan pendampingan psikologis serta menyerahkan sepenuhnya proses investigasi lanjutan kepada aparat penegak hukum setempat.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro Malang yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari Malang Raya.
Redaksi Rafael Ribeiro Malang adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya seputar politik, ekonomi, sosial budaya, pariwisata, dan pendidikan di Kota Malang dan sekitarnya. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.