Selasa, 4 Agustus 2026

Tragedi Berdarah di Allende, Operasi DEA yang Berujung Pembantaian Massal Kartel

Sebuah kota peternakan kecil di Allende, Meksiko, berubah menjadi zona perang setelah kelompok kartel narkoba Zetas melancarkan pembantaian brutal. Tragedi ini bermula dari kebocoran data intelijen rahasia yang melibatkan Badan Narkotika Amerika Serikat.

Kota peternakan tenang Allende di Coahuila, Meksiko, berubah menjadi reruntuhan setelah puluhan truk bermuatan anggota kartel narkoba Zetas menyerbu pada Maret 2011. Mereka melakukan penjarahan, membakar rumah, serta menculik dan menghabisi puluhan hingga ratusan warga tanpa ampun.

Bencana kemanusiaan tersebut ternyata tidak lahir dari konflik internal lokal, melainkan akibat dari operasi Badan Narkotika Amerika Serikat atau DEA. Seorang agen berhasil memperoleh nomor ponsel dari gembong narkoba paling dicari, yakni Miguel Angel Trevino beserta saudaranya Omar.

"Bagaimana perasaan saya tentang informasi yang bocor itu? Jujur, saya lebih memilih untuk tidak mengatakannya," ujar agen penyelidik DEA, Richard Martinez, saat mengenang kembali insiden tersebut dengan mata berkaca-kaca.

DEA kemudian membagikan data intelijen krusial itu ke unit kepolisian federal Meksiko yang terkenal rawan kebocoran informasi. Akibatnya, para pimpinan kartel mengetahui pengkhianatan tersebut dan langsung memburu siapa saja yang dianggap terlibat atau sekadar memiliki hubungan kerabat.

Hingga kini, sisa-sisa kehancuran bangunan dan puing-puing berserakan di jalanan Allende masih menyisakan trauma mendalam bagi para keluarga korban yang kehilangan orang terkasih akibat amukan kekerasan bersenjata.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro Malang yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari Malang Raya.
Redaksi Rafael Ribeiro Malang adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya seputar politik, ekonomi, sosial budaya, pariwisata, dan pendidikan di Kota Malang dan sekitarnya. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.