Tragedi Berdarah di Allende, Operasi DEA yang Berujung Pembantaian Massal Kartel
Kota peternakan tenang Allende di Coahuila, Meksiko, berubah menjadi reruntuhan setelah puluhan truk bermuatan anggota kartel narkoba Zetas menyerbu pada Maret 2011. Mereka melakukan penjarahan, membakar rumah, serta menculik dan menghabisi puluhan hingga ratusan warga tanpa ampun.
Bencana kemanusiaan tersebut ternyata tidak lahir dari konflik internal lokal, melainkan akibat dari operasi Badan Narkotika Amerika Serikat atau DEA. Seorang agen berhasil memperoleh nomor ponsel dari gembong narkoba paling dicari, yakni Miguel Angel Trevino beserta saudaranya Omar.
"Bagaimana perasaan saya tentang informasi yang bocor itu? Jujur, saya lebih memilih untuk tidak mengatakannya," ujar agen penyelidik DEA, Richard Martinez, saat mengenang kembali insiden tersebut dengan mata berkaca-kaca.
DEA kemudian membagikan data intelijen krusial itu ke unit kepolisian federal Meksiko yang terkenal rawan kebocoran informasi. Akibatnya, para pimpinan kartel mengetahui pengkhianatan tersebut dan langsung memburu siapa saja yang dianggap terlibat atau sekadar memiliki hubungan kerabat.
Hingga kini, sisa-sisa kehancuran bangunan dan puing-puing berserakan di jalanan Allende masih menyisakan trauma mendalam bagi para keluarga korban yang kehilangan orang terkasih akibat amukan kekerasan bersenjata.
Artikel Lainnya
Seorang pemuda asal Lamongan berinisial MQ kedapatan berada di dalam dapur rumah warga di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerok...
Jenazah Sari Sukoco (39), sopir truk ekspedisi yang menjadi korban meninggal dunia dalam insiden terbakarnya KMP Mutiara...
Menikmati kelezatan kuliner tradisional Bali belum lengkap tanpa mencicipi aneka jaje Bali di kedai-kedai legendaris yan...
Seorang remaja asal Kabupaten Trenggalek berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah keluar sebagai juara pertama dalam...
Babinsa Desa Padangan bersama Bhabinkamtibmas memberikan pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) kepada 17 siswa SMP Ne...